Nita..

Nita..

Sabtu, 09 Oktober 2010

Definisi Promosi dan Promosi itu sendiri

Promotion (Promosi)

Definisi menurut Stanton adalah :“Promotion mix is the combination of operasional
selling, sales person, public relation. These are the promotional tools that help an
organization to achieve its marketing objective”. Sedangkan menurut Kotler yang
dimaksud dengan promosi adalah : “Promotion includes all the activities the company
undertakes to communicate and promote its product the target market”.

Menurut Philip Kotler promotion tools didefinisikan sebagai berikut :
1. Advertising (Periklanan)
Suatu promosi barang atau jasa yang sifatnya non personal dilakukan oleh sponsor yang diketahui.
2. Personal selling (Penjualan perorangan)
Penjualan perorangan yang dilakukan oleh para wiraniaga yang mencoba dan membujuk untuk melakukan penjualan sekaligus.
3. Sales promotion (Promosi penjualan)
Suatu kegiatan yang dimaksud untuk membantu mendapatkan konsumen yang bersedia membeli produk atau jasa suatu perusahaan.
4. Public relation (Publisitas)
Suatu kegiatan pengiklanan secara tidak langsung dimana produk atau jasa suatu perusahaan disebarluaskan oleh media komunikasi.

http://rajapresentasi.com/2009/04/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran/

Peranan Penting Dalam Tempat

Place ini memegang peranan yang sangat penting dalam pemasaran. Place atau kalau diterjemahkan bisa berarti penempatan produk, distribusi atau penyebaran produk sangat menentukan keberhasilan pemasaran.

Mengapa ? Suatu produk meskipun memiliki harga yang kompetitif, berkualitas tinggi, dan dipromosikan dengan baik, namun karena konsumen sulit mencari produk tersebut, maka kegiatan pemasaran tidak akan berhasil dengan baik.

kasus yang lain, suatu produk didistribusikan oleh distributor atau principal secara terencana. Perusahaan berusaha agar produk dapat tersebar melalui channel-channel pemasaran. Biasanya strategi ini dilakukan melalui penggunaan sales force yang cukup banyak. Setelah produk tersebar barulah didorong dengan periklanan. Sistem distribusi ini dikenal dengan sistem push distribution.

http://wiryasaputra.blogspot.com/2009/07/place-dalam-marketing-mix.html
terdistribusi sendirinya melalui dorongan periklanan yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam hal ini, konsumen atau pedagang akan mencari produk yang telah diiklankan tersebut. Hal ini banyak terjadi dalam kasus produk-produk fast moving . Namun distribusi produk ini tidak akan berjalan dengan cepat. Di samping itu produk Anda akan mudah digeser oleh produk lain yang didistribusikan oleh distributor dengan agresif. Sistem distribusi ini dikenal dengan sistem full distribution.

Jumat, 08 Oktober 2010

Saluran Pendistribusian

PLACE

Hal ini mengacu pada bagaimana suatu organisasi akan mendistribusikan produk atau layanan yang mereka tawarkan kepada pengguna akhir. Organisasi harus mendistribusikan produk ke pengguna di tempat yang tepat pada saat yang tepat. Distribusi yang efisien dan efektif adalah penting jika organisasi ini adalah untuk memenuhi tujuan pemasaran secara menyeluruh. Jika suatu organisasi underestimatea permintaan dan pelanggan tidak dapat membeli produk karena itu, profitabilitas akan terpengaruh.

Saluran distribusi apa yang akan mereka gunakan?

Dua jenis metode saluran distribusi yang tersedia. Distribusi tidak langsung melibatkan mendistribusikan produk Anda dengan menggunakan perantara misalnya produsen menjual kepada pedagang grosir dan kemudian ke pengecer. Distribusi langsung melibatkan mendistribusikan langsung dari produsen ke konsumen Misalnya Dell Computers memberikan langsung kepada target custmers. Keuntungan dari distribusi langsung adalah bahwa produsen memberikan kendali penuh atas produk mereka.
Strategi Distribusi
Tergantung pada jenis produk yang didistribusikan ada tiga strategi distribusi umum tersedia:
1. Distribusi intensif: Digunakan umumnya untuk mendistribusikan dengan harga rendah atau impuls membeli produk misalnya cokelat, minuman ringan.
2. Eksklusif distribusi: Meliputi membatasi distribusi ke satu outlet. Produk ini biasanya sangat mahal, dan membutuhkan perantara untuk menempatkan banyak detail dalam menjual. Sebuah contoh akan penjualan kendaraan melalui dealer eksklusif.
3. Distribusi selektif: Sejumlah kecil gerai ritel dipilih untuk mendistribusikan produk. Distribusi selektif dengan produk umum seperti komputer, televisi peralatan rumah tangga, di mana konsumen bersedia untuk berbelanja di sekitar dan di mana produsen ingin geografis besar menyebar.
Jika produsen memutuskan untuk mengadopsi strategi yang eksklusif atau selektif mereka harus memilih sebuah perantara yang memiliki pengalaman menangani produk sejenis, dapat dipercaya dan dikenal oleh khalayak sasaran

http://revoluthion.wordpress.com/2009/10/07/marketing-mix/

Pentingnya Place Dalam Berwirausaha

Place ( tempat )
  
 


Place merupakan kegiatan bisnis untuk membuat produk atau jasa yang ditawarkan lebih mudah terjangkau oleh konsumen, dan dapat tersedia pada sasaran pasar yang tepat. Variabel tempat juga meliputi saluran distribusi untuk menjangkau konsumen yang tersebar luas. Sehingga beberapa perusahaan membuka kantor cabang di daerah – daerah untuk memudahkan konsumennya.

Di antara 4P dalam Marketing Mix, komponen Place mungkin kurang banyak diperhatikan oleh para pemasar atau manajemen. Secara historis, sebenarnya pemasaran dimulai dari distribusi, namun fungsi Place ini sering ditempatkan pada posisi yang kurang berarti dalam pemasaran. Padahal, sebaliknya justru komponen Place ini memegang peranan yang sangat penting dalam pemasaran. Place atau kalau diterjemahkan bisa berarti penempatan produk, distribusi atau penyebaran produk sangat menentukan keberhasilan pemasaran.

Mengapa ? Suatu produk meskipun memiliki harga yang kompetitif, berkualitas tinggi, dan dipromosikan dengan baik, namun karena konsumen sulit mencari produk tersebut, maka kegiatan pemasaran tidak akan berhasil dengan baik.

Bisa saja suatu produk terdistribusi sendirinya melalui dorongan periklanan yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam hal ini, konsumen atau pedagang akan mencari produk yang telah diiklankan tersebut. Hal ini banyak terjadi dalam kasus produk-produk fast moving . Namun distribusi produk ini tidak akan berjalan dengan cepat. Di samping itu produk Anda akan mudah digeser oleh produk lain yang didistribusikan oleh distributor dengan agresif. Sistem distribusi ini dikenal dengan sistem full distribution.

Dalam kasus yang lain, suatu produk didistribusikan oleh distributor atau principal secara terencana. Perusahaan berusaha agar produk dapat tersebar melalui channel-channel pemasaran. Biasanya strategi ini dilakukan melalui penggunaan sales force yang cukup banyak. Setelah produk tersebar barulah didorong dengan periklanan. Sistem distribusi ini dikenal dengan sistem push distribution.

Apa manfaatnya apabila komponen Place ini bila dikelola dengan baik ?

Pertama : Konsumen mudah memperoleh produk Anda. Dengan banyaknya produk yang ada dipasar, apalagi dengan banyaknya produk-produk substitusi, maka distribusi yang direncanakan dengan baik dapat membantu produk tersebut tersebar dengan cepat. Dengan demikian, maka konsumen akan mudah memperoleh produk tersebut di pasar.

Coba Anda renungkan, seandainya Anda mencari teh botol merek tertentu di suatu toko, namun teh botol tersebut tidak ada, apakah Anda tidak jadi minum teh botol tersebut ? Kemungkinan besar Anda akhirnya akan mengkonsumsi teh botol merek lain.

Konsumen mungkin cenderung mencari produk yang mudah diperoleh atau tidak mau repot-repot mencari suatu produk tertentu ke tempat lain yang jaraknya agak jauh atau memerlukan waktu lebih lama.

Kedua : Availaibility atau ketersediaan produk. Ketersediaan produk juga mengandung makna ketersebaran produk. Jika produk tersedia di suatu outlet, itu berarti produk tersebut terdistribusi lebih baik. Produk ada ‘di mana-mana’ sehingga mudah dicari konsumen. Teh botol sosro tersedia tidak saja di outlet modern, tetapi juga ada di warung-warung bahkan sampai ‘menembus’ gang/ perkampungan.

Ketiga : Impulse buying. Konsumen mungkin pada mulanya tidak berencana membeli suatu produk, namun karena konsumen melihat produk tersbeut di toko, timbul niat untuk membelinya. Misalnya, Anda makan di suatu rumah makan. Karena melihat teh botol merek tertentu maka Anda menjadi ingin mengkonsumsi produk tersebut.

Itulah hebatnya Place dalam komponen Marketing Mix. Jadi jangan lupakan komponen Place dalam Marketing Mix ini.

http://wiryasaputra.blogspot.com/2009/07/place-dalam-marketing-mix.html

Pendistribusian dan Keputusan Distribusi

Distribusi (Place) Keputusan Distribusi (Place) Keputusan
Distribusi adalah tentang mendapatkan produk kepada pelanggan. Distribusi adalah mendapatkan Tentang Produk kepada pelanggan. Beberapa contoh keputusan distribusi meliputi: Beberapa contoh Dari keputusan distribusi meliputi:
* Distribusi saluran Saluran distribusi 

* Pasar cakupan pasar (inklusif, selektif, atau distribusi eksklusif) Cakupan (inklusif, selektif, atau distribusi eksklusif) 
* Saluran khusus anggota Khusus anggota saluran 
* Inventarisasi manajemen manajemen persediaan 
* Pergudangan Pergudangan 
* Pusat Distribusi pusat-pusat distribusi 
* Order pemrosesan order Pemrosesan 
* Transportasi Transportasi 
* Reverse logistik Reverse logistik

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2010/04/bauran-pemasaran-marketing-mix/

Strategi Tempat

Place (Tempat atau distribusi)

Definisi menurut Philip Kotler mengenai distribusi adalah : “The various the company undertakes to make the product accessible and available to target customer”. Berbagai kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk membuat produknya mudah diperoleh dan tersedia untuk konsumen sasaran.

Keputusan penentuan lokasi dan saluran yang digunakan untuk memberikan jasa kepada pelanggan melibatkan pemikiran tentang bagaimana cara mengirimkan atau menyampaikan jasa kepada pelanggan dan dimana hal tersebut akan dilakukan. Ini harus dipertimbangkan karena dalam bidang jasa sering kali tidak dapat ditentukan tempat dimana akan diproduksi dan dikonsumsi pada saat bersamaan.

Saluran distribusi dapat dilihat sebagai kumpulan organisasi yang saling bergantungan satu sama lainnya yang terlibat dalam proses penyediaan sebuah produk/pelayanan untuk digunakan atau dikonsumsi.

Penyampaian dalam perusahaan jasa harus dapat mencari agen dan lokasi untuk menjangkau populasi yang tersebar luas.
Sebagai salah satu variabel marketing mix, place / distribusi mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu perusahaan memastikan produknya, karena tujuan dari distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.

http://rajapresentasi.com/2009/04/strategi-pemasaran-dan-bauran-pemasaran/

Prinsip penentuan harga

Price( Harga)

Strategi Penentuan Harga
Ketika suatu perusahaan telah menetapkan harga dasar dari suatu produk barang atau jasa maka perusahaan dapat menentukan strategi harga dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti harga kompetitor, tujuan perusahaan dan daur hidup produk. Strategi tersebut dapat digunakan untuk produk yang baru maupun yang lama sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.
Berikut ini merupakan berbagai pilihan teknik / strategi penentuan harga :

A. Stretegi Penentuan Harga Pada Produk Baru

1. Skimming Price
Strategi skimming adalah menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya. Contoh handphone nokia, laptop, komputer, dan lain sebagainya.

2. Penetration Price / Harga Penetrasi
Strategi harga penetrasi adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin MB, dan lain-lain.

B. Stretegi Penentuan Harga Yang Mempengaruhi Psikologis Konsumen
1. Prestige Pricing / Harga Prestis
Strategi harga Prestige Price adalah menetapkan harga yang tinggi demi membentuk image kualitas produk yang tinggi yang umumnya dipakai untuk produk shopping dan specialty. Contoh : roll royce, rolex, guess, gianni versace, prada, vertu, dan lain sebagainya.

2. Odd Pricing / Harga Ganjil
Strategi harga odd price adalah menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah harga yang telah ditentukan dengan tujuan secara psikologis pembeli akan mengira produk yang akan dibeli lebih murah. Contoh : Barang yang tadinya dihargai Rp. 100.000,- diubah menjadi Rp. 99.990,- di mana konsumen mungkin akan melihat 99.990 jauh lebih murah daripada Rp. 100.000,-.

3. Multiple-Unit Pricing / Harga Rabat
Strategi harga multiple unit price adalah memberikan potongan harga tertentu apabila konsumen membeli produk dalam jumlah yang banyak. Contoh : Jika harga sebuah sebungkus indomie goreng pedas adalah Rp. 1.500,- maka konsumen cukup membayar Rp. 1.ooo,- perbungkus jika membeli satu dus isi 40 bungkus indomie.

4. Price Lining / Harga Lini
Strategi harga lining pricing adalah memberikan cakupan harga yang berbeda pada lini produk yang beda. Contoh : bioskop grup 21 memberikan harga standar untuk konsumen bioskop jenis standard dan mengenakan harga yang lebih mahal pada konsumen bioskop 21 jenis premier.

5. Leader Pricing / Pemimpin Harga
Strategi harga leader price adalah menetapkan harga lebih rendah daripada harga pasar / harga normal untuk meningkatkan omset penjualan / pembeli. Contoh : biasanya ritel jenis hipermarket memberikan promosi harga yang lebih murah daripada harga normal.

C. Stretegi Penentuan Harga Diskon / Potongan Harga
Strategi harga diskon pada penjual adalah strategi dengan memberikan potongan harga dari harga yang duah ditetapkan demi meningkatkan penjualan suatu produk barang atau jasa. Diskon dapat diberikan pada umum dalam bentuk diskon kuantitas, diskon pembayaran tunai / cash, trade discount. Contoh : Bila membeli
D. Stretegi Penentuan Harga Kompetitif
1. Relative Pricing / Harga Relatif
Strategi harga relative price adalah menentukan harga di atas, di bawah atau sama dengan tingkat harga persaingan di mana gerakan harganya mengikuti gerakan pesaing.

2. Follow The Leader Pricing
Strategi harga follow the leader price adalah penetapan harga produk baik barang maupun jasa diserahkan para pimpinan pasar / pemimpin pasar dan tidak menetapkan harga sendiri.

Strategi Produk
Keputusan yang diambil oleh sebuah perusahaan mengenai produk yang ditawarkan memiliki dampak penting terhadap kinerja perusahaan.  Sebagian keputusan bisnis berdampak cukup luas, misalnya pilihan mengenai produk baru dan pengembangan-pengembangan produk.  Keputusan-keputusan seperti ini berkaitan di setiap bidang fungsional dan mempengaruhi segala lapisan organisasi perusahaan.
Sebuah produk adalah segala sesuatu yang memiliki nilai disuatu pasar sasaran dimana kemampuannya memberikan manfaat dan kepuasan termasuk benda, jasa organisasi, tempat, orang dan ide.  Cara memandang produk seperti ini meliputi situasi  yang luas termasuk barang-barang konkrit dan jasa-jasa bersifat abstrak.

Produk merupakan faktor dasar untuk melaksanakan suatu strategi bisnis, walaupun secara keseluruhan faktor ini tidak menjamin kesuksesan suatu perusahaan.  Oleh karena itu, produk-produk perusahaan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Perubahan kebutuhan dan keinginan pasar menjelaskan mengapa banyak perusahaan memberikan perhatian penuh pada perencanaan portofolio produk.  Strategi produk seringkali merupakan komponen kunci dalam rencana manajemen puncak untuk memperbaiki kinerja suatu bisnis.  Tindakan-tindakannya mencakup modifikasi produk, perkenalan produk baru, dan penghapusan produk.

http://ranggachan.wordpress.com/2009/10/16/prinsip-prinsip-marketing-mix/